Jumat, 05 Februari 2016

Gue nemuin sebuah benda yang teronggok di gudang kemaren. Sebuah benda yang menurut gue...benda yang berharga banget. Diary gue jaman SMA bray! Nggak nyangka banget nemuin tuh buku yang isinya adalah saksi bisu tentang sebuah nama :p Let me tell you some 'curhatan' yang tertulis di sana.

Sabtu, 5 Mei 2012

Anggaplah aku sayap yang terus hadir mengisi hari-hari mu tanpa pernah aku mencoba terbang tanpa mu. LOL ini apa-apaan banget seeeh? bocah umur 16 or 17 tahun doang.

NGGAK JADI I TELL YOU ISINYA MENGERIKAN ALIAS MENGENASKAN BIKIN JIJAY DAN BAPER DALAM WAKTU BERSAMAAN HAHAHAHAHAHAHA

Tapi tulisan yang di dalam diary ini bener. I mean tulisan ini benar-benar terjadi. Gue nulis buat orang yang sama yang sampai sekarang gue masih suka. Gue sekarang 20 tahun, gue semester 6, dan sebentar lagi gue bakal lulus. Gue nggak tau dia dimana, tau siiiih, tapi nggak pernah ketemu sejak wisudaan SMA dulu. LMAO! gue suka dia lama banget dong kalau gitu?! sejak 15 tahun brayyy! Ya su lah bye! mau lay my head on the pillow aze.

Rabu, 30 September 2015

Everyone loves weekend. Weekend means libur tanpa tugas, rapat dan jauh-jauh dari kampus. I love weekend, although to make the real weekend, I must spend almost of all the time in campus. Hari senen, kuliah dari pagi, lanjut rapat, lanjut ngerjain paper-paper dan tugas-tugas yang seabrek itu di perpus. Hari selasa, kuliah dari pagi sampai sore, lanjut lagi nyicil tugas yang nggak manusiawi, again in library. Rabu, kuliah dari pagi, lanjut rapat pleno, dan seterusnya dan seterusnya sampai hari jumat. Malah kadang hari jumat nggak ada tuh yang namanya merem. Soalnya, kalau mau nikmatin hari sabtu dengan tenang, tugas-tugasnya kudu kelar duluuuu :( Nah! Hari sabtu! The best of the best day ever *kalau tugas udah selesai*. Harinya buat meluk guling seharian sambil guling-guling ngemilin coklat dan baca-baca novel atau dongeng. Sayangnya, cara ektrem ku untuk mendapatkan weekend yang seksi banget itu nggak berlaku buat sebagian orang.
I tell ya. Kemaren, waktu hari senen, I had my brunch with Nago, di warung fastfood gitu deh. Kebetulan tempat makan kita itu depan-depanan sama tempat biliard. Well, everyone loves billiard, but not in Monday I guess. Eh nggak ngerti sih, aku sih nggak suka main kalau weekday gitu, apalagi di hari SENEN. Nah, terus, waktu kita lagi makan dengan penuh tekanan karena tugas yang seabrek dan belum sempat tersentuh, like sama sekali, tiba-tiba kita menyadari satu hal. Banyak mobil keluar-masuk parkiran tempat billiard itu. Dian ke Nago, "Go ada banget ya orang-orang yang udah kece dari mbrojol. Udah cakep-kebetulan yang keluar dari mobil cakep-cakep- , kaya, udah gitu nggak perlu menistai hari senen gitu." Nago kemudian memutar badan buat melihat si orang-orang kece dari lahir, soalnya dia duduknya membelakangi tempat billiard. "Iya, hidup memang nggak adil." Nothing wrong sih sebenarnya soal mereka si makhluk-makhluk kece dari mbrojol, tapi kadang aku suka mikir aja. It was MONDAY 2 pm. Man! Hari senen itu kan dekat banget sama kata 'nista'. Mana kalau siang-siang gitu kan panas dan lelah banget. Me, myself, never like monday. Mata kuliahnya berat, tugas nya ngumpul, rapat play, de-el-el. Tapi ada beberapa orang yang mungkin, love monday. Sering sih nanya sama udara yang lewat, itu mereka nggak kuliah atau nggak kerja ya siang-siang hari senen gitu? Kok bisa sih mampir main billiard, naik mobil kece pulak. Kan aku bingung gitu. Yah, mungkin memang ada beberapa orang yang terlahir seperti itu. Yang tinggal ongkang-ongkang kaki tapi tetap bisa kece ._.

Jumat, 05 Juni 2015

A

Dear A,
I love you because you can make my life become more colourful.
I love you because you can make my heart smile.
I love you because you want to go to the zoo with me, even though you hate it so much.
I love you because you want to watch ‘despicable me’ with me even though you do not like it.
I love you because you want to stay at home with me and doing nothing even though you feel bored.
I love you because you want to hear my favourite song, even though you always feel sleepy.
I love you because you want to spend your time with me under the rain drops.
I love you because you want to share your sadness and your happiness with me.
I love you because you are the smartest person than anyone who I know.
I love you because you make me feel comfort when I go to church.
I love you because you teach me how to enjoy my life.
I love you because you make me become a better person.
I love you because you give me some beautiful moments.
Dear A,
I miss you, even though I don’t know where are you or what are you doing now.
So, udah berapa tahun? Satu? Dua? Atau tiga? Bahkan aku udah lupa, A. Aku nggak tau kamu ada dimana sekarang, dan aku juga nggak tau harus apa supaya aku tau kamu ada dimana. Kamu ngilang udah kayak ditelan bumi, bahkan aku nggak tau apa kamu masih ada di bumi atau enggak.
Sayangnya, aku sendiri nggak tau gimana perasaan ku ke kamu. Aku nggak tau, entah aku pengen kamu kembali, atau aku cuman pengen momen-momen kita yang kembali. Jujur aja, aku  kesepian saat kamu ngilang.
A, beberapa bulan kemaren, aku ketemu seseorang yang ngingatin aku ke kamu. Dia manggil aku, kayak kamu manggil aku. Bedanya, aku cuman tertarik sama dia, walaupun cara tertarik ku pasti bikin kamu kaget setengah mati. Aku jadi sering berdoa, jadi ikutan misa harian juga. Kamu pasti nggak bisa bayangin gimana aku bisa ngabisin waktu ku buat ke gereja kan? Secara, dulu ke gereja seminggu sekali aja aku malas banget hahaha, dan sekarang aku malah ke gereja tiap hari. Sayangnya, aku udah enggak sama dia, karena aku emang nggak pernah sama dia hehe. Aku cuman tertarik karena ada kamu di dia, menurut ku. Lagian, dia juga udah punya yang lain dan aku malas berurusan sama orang yang udah punya, karena ujung-ujungnya, aku juga yang akan kehilangan. Aku belum siap untuk kehilangan lagi, A.
A, ada banyak perubahan di aku sejak kita misah. Aku yakin, kalau kita ketemu lagi, kamu pasti bakal ngerasa kehilangan aku yang dulu, itupun kalau kamu masih ingat aku yang dulu kayak apa. Aku tau, cara ku buat ngelupain kamu emang salah banget, tapi sometimes, aku nemuin diri kamu yang dulu di dunia ku yang sekarang. Aku ngerti kalau semua yang terjadi dalam hidup kita, pasti punya tujuan. Aku mulai sadar tentang tujuan itu saat kamu datang ke hidup ku.
A, apa kamu tau, kalau aku selalu doain kamu? Hampir tiap malam, atau saat aku ke gereja, aku selalu doain kamu. Tapi kamu tenang aja, doa ku bukan doa yang egois kok. Aku nggak berdoa supaya kamu datang lagi ke hidup ku, dan ngulang semuanya. Aku tau kamu udah sama dia, dan kamu bahagia. Jangan tanya dari mana aku bisa tau, aku cuman tau. Aku berdoa, supaya kamu selalu bahagia, dimana pun kamu sekarang.
A, sebanyak apapun kamu ketawa, senyum, atau do something silly, aku tau kamu nggak seceria itu sebenarnya. Aku tau kalau cerita-cerita kamu itu nggak benar. Saat kamu bilang kamu nggak peduli, aku tau kalau sebenarnya kamu kepikiran. Aku nggak heran kenapa kamu bisa bohongin aku, secara kamu pintar banget bohongin diri sendiri. Cukup pura-pura bahagia nya, A. Cukup juga buat menghindari kenyataan A, karena cepat atau lambat, kamu harus menghadapi. Aku ngerti gimana perasaan mu, karena tiap lihat kamu, aku lihat kalau kamu sebenarnya takut dan pura-pura nggak peduli. Itu sama kayak aku, dulu.
A, aku berharap kamu lihat tulisan ku. Please, forgive them. Kamu cuman butuh untuk maafin mereka dan jadi diri mu sendiri.
Sincerely, yours

Ian. 

Kamis, 14 November 2013

Awalnya aku nggak pernah tau dan nggak pernah pengen tau apa itu arti friendzone~aku cuman tau kalau friend=teman, zone=zona. Waktu banyak yang cuap-cuap tentang mirisnya friendzone, aku cuman ngelihatin mereka dan nggak pernah nyoba buat ngerti. But now, here I am :)) . Nyesek sih, iya. Aku pernah baca novel yang bilang kalau sahabat antara cewe-cowo itu nggak akan pernah ada, mungkin bener, tapi cuman buat sebelah pihak :)) it's real. Jarang ada sahabat yang sama-sama sadar kalau mereka lebih dari sahabat, aku nggak tau, itu masalah hati atau masalah waktu. Bisa jadi keduanya. Mungkin lebih baik bermasalah dengan waktu, seenggaknya kita tau kalau itu nggak akan selamanya, walau mungkin dalam waktu yang cukup lama. It's okay kalau dia nggak ngerti, mungkin belum saat nya atau mungkin nggak pernah ada saat nya. Mungkin lebih baik seperti ini terus, kamu nggak tau dan nggak akan pernah tau, mungkin cukup aku aja yang tau. Lebih baik dari pada kamu mulai menjauh :) .Banyak yang bilang, lebih baik sahabatan aja. Aku juga pernah bilang kayak gitu, tapi waktu aku masih SMP, about six years ago. Aku baru sadar kalau aku udah tua -_- . Aku pernah bilang gitu, tapi itukan gara-gara belum diboleh pacaran sama ortu, sekarang sih~kalau sama kamu aku lebih milih buat lebih :(

Selasa, 05 November 2013

curhat

Kadang pertanyaan kenapa itu nggak selamanya dijawab pakai kata karena, contoh nya "kenapa aku harus ketemu kamu kalau akhirnya aku dan kamu nggak akan bisa jadi kita ?" , pertanyaan ini nggak punya jawaban pasti. Jawaban ku sama jawaban mu nggak akan sama. Mungkin kamu bakal jawab : takdir , tapi aku nggak semudah itu bilang kalau ini cuman takdir. Mungkin kamu bisa bilang : kebetulan , bukannya di dunia ini nggak ada yang nama nya kebetulan ? aku tau kok, Tuhan punya rencana, dan rencana nya itu nggak mungkin punya kata kebetulan. Don't forget to fall in love with yourself first, aku tau. Aku cinta sama diri ku sendiri, mungkin aku lebih cinta diri ku sendiri dari pada kamu, tapi toh semua orang akan melakukan hal-hal gila buat orang yang sedang dia suka. Aku nggak ngerti harus gimana. Aku nggak butuh orang yang cuman membuat aku senang sesaat, mendingan nggak usah sama sekali, biar aja aku bahagia karena diri ku sendiri. Bukannya lebih baik dari pada mengharapkan orang yang cuman numpang lewat di kehidupan ku ? Aku tau aku bukan anak kecil lagi, aku udah nggak pake seragam lagi, dan aku bukan anak putih abu-abu yang labil, tapi tetap aja nyesek. Bodo amat tentang seragam atau umur, perasaan ngga akan pernah tambah tua. Sekarang aku nggak tau aku lagi ngapain, curhat kah ? ngespam kah ? aku nggak ngerti. Sekarang, aku suka sama dunia ku sendiri, cukup aku dan sedikit orang yang benar-benar tulus~

Americano Coffe


Banyak yang bilang kalau americano coffe itu pahit, aku juga tau kalau americano paet nya minta tobat. Berasa lebih paet dari pada harus minum obat setumpuk. Tapi aku suka. Nggak tiap hari sih, tapi saat genting doang. Kata lain: galau -_- . Aku suka americano coffe karena dia pait, aku jadi ngerasa punya teman. Lagian, kalau mengkonsumsi yang pait-pait, seenggaknya rasa pahit nya bisa pindah di mulut, sejenak bisa ngelupain pahit nya yang di dalem :) .

Tadi pagi aku sama Gita sama-sama beli kopi. Dia bukan coffe adict, dia cuman nemenin aku, thankyou nyaaak :* . Dan dia selalu heran, kenapa kamu suka banget sama yang nama nya kopi ? . Jangan dia yang aku udah kenal sejak SMA, teman-teman baru ku juga heran, kopi kan pait. Kopi emang pait, tapi kopi lebih real. Kopi itu kenyataan, kenyataan emang pait, banget :)

Minggu, 03 November 2013

:')

Beberapa hari yang lalu, ada film yang bikin aku ikutan nyesek, inti nya si tokoh utama ngomong gini "kalau kamu mencintai seseorang dengan hati, kamu pasti akan mendoakan dia akan selalu bahagia sepanjang hidupnya, walaupun dia bukan bersama mu" . Aku nangis, tapi otak ku selalu mikir kalau kata-kata itu sama sekali nggak mutu. Kata-kata itu cuman ada di novel dan film-film romantis. Tapi kemaren temen ku cerita, kalau dia lagi suka sama seseorang, dan dia bahagia lihat orang yang dia sukain bahagia dengan orang lain. Temen ku yang satu ini, dia bukan tipe orang yang rela buang waktu buat hepi-hepi ala anak SMA , jaman waktu kita masih SMA dulu. Hepi nya anak SMA lah, nge-date , php, in reationship , broken heart, de-el-el. Dari cerita nya kemaren, aku mulai bisa menilai kalau semua orang pasti akan berubah. Mereka berubah sesuai dengan usia mereka. Aku sempat lupa kalau sekarang aku bukan anak kecil lagi, no uniform again. Yah walaupun umur ku masih terlalu dini buat lepas seragam -_- . Dulu waktu jaman-jamannya SMA , aku selalu mikir, kalau waktu itu nungguin kita siap untuk melihat dan mulai keluar dari zona nyaman kita. Tapi nyatanya, semua orang yang berfikiran seperti itu akan selalu berdiri di belakang. Dulu aku juga mikir, kalau semua mimpi ku, pasti selalu jadi kenyataan. But I'm totally wrong.

Lewat mereka, aku ngerti kalau sekarang aku udah ngga berdiri di zona nyaman ku yang kemaren. Mulai lebih bisa merasa rasa sakit gara-gara 'dia' .Dulu, kalaupun aku disakitin, aku bisa nyakitin balik, tapi sekarang rasa nya beda. Nyakitin balik ngga bikin zona nyaman ku yang dulu kembali. Aku cuman mau cerita kalau rasa nyesek itu beneran ada, emang telat banget kalau aku baru sadar first love itu beneran ada. Aku mulai bisa ngerasain perasaan orang-orang yang kadang ngga terlalu mau mengekspos perasaan mereka. Lewat dia aku bisa ngerti gimana perasaan menghargai dan dihargai, walau ujung-ujungnya tetap nyesek. Sekarang aku baru bisa ngerti rasanya jadi Lita.

This is the first, when I saw him with her, aku nggak kecewa, aku malah bahagia. Lihat mereka yang bisa melupakan dunia orang lain sejenak, melihat mereka yang menyatakan bahwa saat itu dunia hanya milik mereka. Tapi setelah aku sendiri, aku juga ngerasain efek samping nya, rasa nya tetap nyesek. Entah gimana perasaan bahagia ku sebelum nya, akhir-akhir nya aku pasti nyesek.

Nyesek kalau ingat dulu. don't you remember ? the first time we met, aku masih ingat waktu kamu tanya "kamu yang nama nya dian?" . Iya, aku masih ingat banget. Sekarang aku udah ngerti kok lit :')