Rabu, 30 September 2015

Everyone loves weekend. Weekend means libur tanpa tugas, rapat dan jauh-jauh dari kampus. I love weekend, although to make the real weekend, I must spend almost of all the time in campus. Hari senen, kuliah dari pagi, lanjut rapat, lanjut ngerjain paper-paper dan tugas-tugas yang seabrek itu di perpus. Hari selasa, kuliah dari pagi sampai sore, lanjut lagi nyicil tugas yang nggak manusiawi, again in library. Rabu, kuliah dari pagi, lanjut rapat pleno, dan seterusnya dan seterusnya sampai hari jumat. Malah kadang hari jumat nggak ada tuh yang namanya merem. Soalnya, kalau mau nikmatin hari sabtu dengan tenang, tugas-tugasnya kudu kelar duluuuu :( Nah! Hari sabtu! The best of the best day ever *kalau tugas udah selesai*. Harinya buat meluk guling seharian sambil guling-guling ngemilin coklat dan baca-baca novel atau dongeng. Sayangnya, cara ektrem ku untuk mendapatkan weekend yang seksi banget itu nggak berlaku buat sebagian orang.
I tell ya. Kemaren, waktu hari senen, I had my brunch with Nago, di warung fastfood gitu deh. Kebetulan tempat makan kita itu depan-depanan sama tempat biliard. Well, everyone loves billiard, but not in Monday I guess. Eh nggak ngerti sih, aku sih nggak suka main kalau weekday gitu, apalagi di hari SENEN. Nah, terus, waktu kita lagi makan dengan penuh tekanan karena tugas yang seabrek dan belum sempat tersentuh, like sama sekali, tiba-tiba kita menyadari satu hal. Banyak mobil keluar-masuk parkiran tempat billiard itu. Dian ke Nago, "Go ada banget ya orang-orang yang udah kece dari mbrojol. Udah cakep-kebetulan yang keluar dari mobil cakep-cakep- , kaya, udah gitu nggak perlu menistai hari senen gitu." Nago kemudian memutar badan buat melihat si orang-orang kece dari lahir, soalnya dia duduknya membelakangi tempat billiard. "Iya, hidup memang nggak adil." Nothing wrong sih sebenarnya soal mereka si makhluk-makhluk kece dari mbrojol, tapi kadang aku suka mikir aja. It was MONDAY 2 pm. Man! Hari senen itu kan dekat banget sama kata 'nista'. Mana kalau siang-siang gitu kan panas dan lelah banget. Me, myself, never like monday. Mata kuliahnya berat, tugas nya ngumpul, rapat play, de-el-el. Tapi ada beberapa orang yang mungkin, love monday. Sering sih nanya sama udara yang lewat, itu mereka nggak kuliah atau nggak kerja ya siang-siang hari senen gitu? Kok bisa sih mampir main billiard, naik mobil kece pulak. Kan aku bingung gitu. Yah, mungkin memang ada beberapa orang yang terlahir seperti itu. Yang tinggal ongkang-ongkang kaki tapi tetap bisa kece ._.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar