Dear
A,
I
love you because you can make my life become more colourful.
I
love you because you can make my heart smile.
I
love you because you want to go to the zoo with me, even though you hate it so
much.
I
love you because you want to watch ‘despicable me’ with me even though you do
not like it.
I
love you because you want to stay at home with me and doing nothing even though
you feel bored.
I
love you because you want to hear my favourite song, even though you always
feel sleepy.
I
love you because you want to spend your time with me under the rain drops.
I
love you because you want to share your sadness and your happiness with me.
I
love you because you are the smartest person than anyone who I know.
I
love you because you make me feel comfort when I go to church.
I
love you because you teach me how to enjoy my life.
I
love you because you make me become a better person.
I
love you because you give me some beautiful moments.
Dear
A,
I
miss you, even though I don’t know where are you or what are you doing now.
So,
udah berapa tahun? Satu? Dua? Atau tiga? Bahkan aku udah lupa, A. Aku nggak tau
kamu ada dimana sekarang, dan aku juga nggak tau harus apa supaya aku tau kamu
ada dimana. Kamu ngilang udah kayak ditelan bumi, bahkan aku nggak tau apa kamu
masih ada di bumi atau enggak.
Sayangnya,
aku sendiri nggak tau gimana perasaan ku ke kamu. Aku nggak tau, entah aku pengen
kamu kembali, atau aku cuman pengen momen-momen kita yang kembali. Jujur aja,
aku kesepian saat kamu ngilang.
A,
beberapa bulan kemaren, aku ketemu seseorang yang ngingatin aku ke kamu. Dia
manggil aku, kayak kamu manggil aku. Bedanya, aku cuman tertarik sama dia,
walaupun cara tertarik ku pasti bikin kamu kaget setengah mati. Aku jadi sering
berdoa, jadi ikutan misa harian juga. Kamu pasti nggak bisa bayangin gimana aku
bisa ngabisin waktu ku buat ke gereja kan? Secara, dulu ke gereja seminggu
sekali aja aku malas banget hahaha, dan sekarang aku malah ke gereja tiap hari.
Sayangnya, aku udah enggak sama dia, karena aku emang nggak pernah sama dia
hehe. Aku cuman tertarik karena ada kamu di dia, menurut ku. Lagian, dia juga
udah punya yang lain dan aku malas berurusan sama orang yang udah punya, karena
ujung-ujungnya, aku juga yang akan kehilangan. Aku belum siap untuk kehilangan
lagi, A.
A,
ada banyak perubahan di aku sejak kita misah. Aku yakin, kalau kita ketemu
lagi, kamu pasti bakal ngerasa kehilangan aku yang dulu, itupun kalau kamu
masih ingat aku yang dulu kayak apa. Aku tau, cara ku buat ngelupain kamu emang
salah banget, tapi sometimes, aku nemuin diri kamu yang dulu di dunia ku yang
sekarang. Aku ngerti kalau semua yang terjadi dalam hidup kita, pasti punya
tujuan. Aku mulai sadar tentang tujuan itu saat kamu datang ke hidup ku.
A,
apa kamu tau, kalau aku selalu doain kamu? Hampir tiap malam, atau saat aku ke
gereja, aku selalu doain kamu. Tapi kamu tenang aja, doa ku bukan doa yang
egois kok. Aku nggak berdoa supaya kamu datang lagi ke hidup ku, dan ngulang
semuanya. Aku tau kamu udah sama dia, dan kamu bahagia. Jangan tanya dari mana
aku bisa tau, aku cuman tau. Aku berdoa, supaya kamu selalu bahagia, dimana pun
kamu sekarang.
A,
sebanyak apapun kamu ketawa, senyum, atau do something silly, aku tau kamu
nggak seceria itu sebenarnya. Aku tau kalau cerita-cerita kamu itu nggak benar.
Saat kamu bilang kamu nggak peduli, aku tau kalau sebenarnya kamu kepikiran. Aku
nggak heran kenapa kamu bisa bohongin aku, secara kamu pintar banget bohongin
diri sendiri. Cukup pura-pura bahagia nya, A. Cukup juga buat menghindari kenyataan
A, karena cepat atau lambat, kamu harus menghadapi. Aku ngerti gimana perasaan
mu, karena tiap lihat kamu, aku lihat kalau kamu sebenarnya takut dan pura-pura
nggak peduli. Itu sama kayak aku, dulu.
A,
aku berharap kamu lihat tulisan ku. Please, forgive them. Kamu cuman butuh
untuk maafin mereka dan jadi diri mu sendiri.
Sincerely, yours
Ian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar